Kera itu malah menelungkupkan tubuhnya ke tanah. Kakek penasaran. Ia mulai kesal. Kakek menyuruh Adi mengambil sepotong kayu sebesar ibu jari tangan. Kayu itu ia serahkan kepada kakek. Kayu tersebut untuk mengancam si Beruk. Tapi, kera itu tetap tak mau memanjat pohon kelapa. Kakek penasaran. Beliau tidak kuasa lagi menahan amarahnya. Kayu pemukul itu segera diayunkan tepat membentur bagian pinggang si Beruk. Kera itu mengerang kesakitan sambil terus meronta-ronta. “Lekas naik!” perintah kakek lagi sambil terus memukul si Beruk hingga kera itu makin ketakutan. Dengan terpaksa, ia meluncur memanjat pohon itu lagi. Tapi, setibanya di dekat pelepah kelapa, si Beruk tertegun lagi. Ia tak mau mendekati tandan kelapa, seakan di situ ada sesuatu yang menakutkannya. “Cepat petik, Beruk!” perintah kakek bertubi-tubi dari bawah. Sekali-sekali disentakkannya tali pengikat si Beruk yang melingkar di pinggangnya, membuat si Beruk meringis kesakitan.. “Cerita ini sungguh menawan dan dapat menjadi suri tauladan bagi anak-anak di atas umur sepuluh tahun”.
Penulis: Muhammad Fahiem
Tahun Terbit Digital: 2026
Tahun Terbit: 2026
Kota Terbit: Tangerang Selatan
Jumlah Halaman: 72
Uk Buku 17,6 X 25cm
Category: Fiksi
Penerbit: Sinergi Prima Magna
ISBN:
E-ISBN: